Kamis, 05 Mei 2011

IWAN FALS MENDAPAT PENGHARGAAN DARI PEMERINTAH (Oi)


[BERITA] Bulan Maret dicanangkan sebagai bulan musik. Tahun ini, pemerintah rayakan hari musik dengan menganugerahkan apresiasi pada 11 budayawan dan seniman.

Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Rabu (23/03/2011), di Gedung Kesenian Jakarta mengungkapkan, kesebelas budayawan dan seniman yang akan mendapatkan apresiasi dibagi dua kategori.

Kategori pertama, Anugerah Satyalancana Kebudayaan disematkan pada delapan penerima penghargaan. Sedangkan Anugerah Hadiah Seni disematkan pada tiga penerima lainnya.

Bedanya kedua penghargaan itu? "Satyalencana Kebudayaan tertinggi di bidang seni budaya diberikan langsung oleh presiden. Kalau Anugerah Hadiah Seni dari budpar," papar Wacik.

"Apresiasi ini sudah ada kepresnya," tambahnya. Pemberian Anugerah Satyalancana didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 1959. Anugerah Hadiah Seni didasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) RI No. 23 Tahun 1976. Anugerah Satyalancana yang dimaksudkan diberikan untuk periode 2010. Sedangkan Anugerah Hadiah Seni untuk periode 2011.

Kedelapan budayawan dan seniman penerima Anugerah Satyalancana, 1. Prof. Drs. Darmanto Jatman, SU, seorang filosof dan penyair 2. Koestono (Tony) Koewoyo (alm), seorang komponis yang berkeinginan meredam budaya asing lewat musik 3. Ny. Dewi (alm), seorang koreografer dan penari topeng Losari 4. Hj. Siti Maryam Salahuddin, SH, seorang penulis buku adat daerah Nusa Tenggara Barat 5. Prof. Drs. Jacob Sumardjo, seorang sejarawan teater, esais dan kritikus 6. Iwan Fals, seorang komponis dan penyanyi 7. Emha Ainun Najib, seorang budayawan, penyair, penulis esai dan pertunjukan, dan 8. Prof. Dr. Abdul Hadi WM., seorang budayawan dan komponis.

Selanjutnya, ketiga budayawan dan seniman penerima Anugerah Kebudayaan Hadiah Seni, 1. Elfa Secioria (alm), seorang komponis, pencipta lagu, dan mengorbitkan banyak musisi papan atas Indonesia 2. DR. Sundari Soekotjo, MM, seorang penyanyi keroncong yang kini juga telah bergelar doktor, dan, 3. I Gusti Putu Gede Wedhasmara, seorang pencipta lagu dengan inspirasi budaya budaya Bali.

Saat dimintai tanggapannya Wacik mengungkap, "Bersyukur kreativitas Indonesia luar biasa! Oleh karenanya, negara harus beri apresiasi yang tinggi pada budayawan dan seniman."

Acara penghargaan ini juga bekerjasama dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). Selain menggelar penyematan oleh Kemenbudpar, peringatan hari musik dan anugerah Nugeraha Bhakti Musik Indonesia (NBMI) oleh PAPPRI, acara juga untuk mengenang Elfa Secioria

JANGAN LUPA NONTON IWAN FALS (KATANTA) DI BANDUNG


[BERITA] Masih ingat dengan lagu seperti Mata Dewa, Nyanyian Jiwa? Yup dua judul tadi merupakan milik sebuah supergrup musik yang bisa dikatakan legendaris di tahun 90an.

Grup yang berhenti di tahun 1997 ini kembali lagi dengan personil lamanya seperti Setiawan Djodi, Sawong Jabo, Iwan Fals, Dodi Katamsi dan Totok Tewel. Namun sayangnya Jockie Suprayogo serta Donny Fattah tak bisa ikut dalam reuni ini.

Kembalinya Kantata Takwa juga diikuti dengan penampilannya yang mana mereka akan menggelar 2 konser sekaligus untuk menyambut hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 25 Maret di TVRI serta 20 Mei di Bandung. Setiawan Djodi menuturkan bahwa rencana ini sudah lama dipersiapkan serta tertunda lama. Dan di penampilannya besok Jumat menurut Djodi sebagai soft launching untuk konser besar mereka.

"Hari ini workshop pertama sekalian sama teman-teman, ada Jabo. Dan Iwan harusnya ada tapi karena lagi umroh. Intinya bersama Dody, Totok Tewel, Pakar, Eddy kita latihan untuk hari Kebangkitan Nasional nanti 20 mei. Ini soft launching semoga bisa launching besar di 20 mei nanti," ujarnya.

Dijumpai di preskon konser kembalinya Kantata Takwa menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang digelar di kediaman Setiawan Djody, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (23/3), Djody juga menuturkan berbagai persiapan untuk konser nanti serta bagaimana konsep acaranya.

"Saya akan dialog mengenai Budi Utomo dulu baru soal konser dan saya akan menyanyikan 3 lagu sebagai penutup. Saya berterima kasih untuk semuanya, jadi walaupun kita main di TVRI ternyata responnya banyak dan ternyata ini salah satu bentuk perjuangannya," terangnya.

Alasan pengusaha serta budayawan ini memilih TVRI sebagai stasiun televisi yang menayangkan konsernya, menurutnya karena TVRI bisa dilihat oleh seluruh orang di Indonesia. Bagi Djodi konser ini bukan lah rasa kangennya akan dunia musik, melainkan sebuah rasa konsistensinya.

"Ini lebih pada bentuk perjuangan dan ini konsistensi saya. Saya terakhir bikin lagu itu tahun 1997 dan kemudian saya berhenti dan mulai main lagi di tahun 2003. Di parkir timur dan setelah itu nggak boleh di pakai sama mbak Mega (Megawati)," tukasnya.

Rabu, 04 Mei 2011

Langkah Demi Langkah Merakit Komputer …

Berikut ini akan dibahas mengenai bagaimana cara merakit komputer, terutama bagi mereka yang baru belajar .. dari beberapa referensi yang saya pelajari .. maka berikut ini akan dijelaskan langkah demi langkah cara merakit komputer, mudah-mudahan bermanfaat ..

Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:

A. Persiapan
B. Perakitan

C. Pengujian
D. Penanganan Masalah

rakit1.jpg

Persiapan

Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:

  1. Penentuan Konfigurasi Komputer
  2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
  3. Pengamanan

Penentuan Konfigurasi Komputer

Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.

Persiapan Komponen dan Perlengkapan

Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:

  • Komponen komputer
  • Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
  • Buku manual dan referensi dari komponen
  • Alat bantu berupa obeng pipih dan philips

Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.

rakit2.jpg

Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.

Pengamanan

Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:

  • Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
  • Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

rakit3.jpg

Perakitan

Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:

  1. Penyiapan motherboard
  2. Memasang Prosessor
  3. Memasang heatsink
  4. Memasang Modul Memori
  5. memasang Motherboard pada Casing
  6. Memasang Power Supply
  7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  8. Memasang Drive
  9. Memasang card Adapter
  10. Penyelesaian Akhir

1. Penyiapan motherboard

Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

rakit4.jpg

2. Memasang Prosessor

Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket

  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  4. Turunkan kembali tuas pengunci.

rakit5.jpg

Jenis Slot

  1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
  2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak

Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.

rakit6.jpg

3. Memasang Heatsink

Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

rakit16.jpg

4. Memasang Modul Memori

Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.

Jenis SIMM

  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

rakit7.jpg

rakit8.jpg

Jenis DIMM dan RIMM

Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan

  1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
  2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
  3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.

rakit9.jpg

rakit10.jpg

5. Memasang Motherboard pada Casing

Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:

  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

rakit11.jpg

6. Memasang Power Supply

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:

  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
  2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

rakit12.jpg

7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing

Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.

  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

rakit13.jpg

rakit14.jpg

rakit15.jpg

8. Memasang Drive

Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:

  1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard

Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

rakit17.jpg

9. Memasang Card Adapter

Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:

  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

rakit18.jpg

10. Penyelessaian Akhir

  1. Pasang penutup casing dengan menggeser
  2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
  3. Pasang konektor monitor ke port video card.
  4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
  5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
  6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

rakit19.jpg

Pengujian

Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:

  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.

Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

Penanganan Masalah

Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:

  1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/

LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung. Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.

Selasa, 03 Mei 2011

PRIA LEBIH SUKSES DARI WANITA

Memahami cara pria bertindak di dunia kerja mungkin akan membantu wanita meraih sukses. Dengan mengetahui bagaimana seorang pria membuat rencana, bertindak, dan membuat keputusan-keputusan penting dalam pekerjaannya, mungkin juga bisa membuat Anda punya solusi saat bersaing dengan rekan kerja pria.

Di samping itu, tidak ada ruginya mempelajari hal-hal yang dipraktikkan pria di dunia kerja. Laporan Fortune 500 menunjukkan bahwa dari 500 perusahaan, hanya sekitar 8 perusahaan yang memiliki CEO (Chief Executive Officer) wanita.

Apakah itu berarti kaum wanita yang kurang ahli, ataukah memang tidak diberi kesempatan. Jawaban yang eksak barangkali harus menunggu hasil penelitian yang valid. Tapi, kalau dengan mengetahui cara kerja ala pria dapat membuat Anda lebih ahli dalam ‘permainan’ di dunia kerja, kenapa tidak?

Apa yang bisa Anda pelajari dari pria? Menurut John Gray, Ph.D, dalam Mars & Venus In The Workplace, simak beberapa cara pria mencari solusi di dunia kerja!

1.Langsung ke pokok masalah ketika mengajukan saran. Tidak bertele-tele.
2.Mengeluhlah hanya ketika mempunyai sebuah solusi untuk diusulkan.
3.Ketika muncul konflik, siap menerima perbedaan dan tidak cepat sakit hati.
4.Memberikan saran hanya jika diminta.
5.Tidak sering melakukan obrolan ringan yang bersifat pribadi di tengah mereka.

Agar Anda bisa memahami cara pria meraih sukses, Anda bisa meniru gaya mereka lewat beberapa kasus berikut ini!
1. Situasi: Ada peluang naik jabatan di cabang perusahaan di kota lain.
Cara pria: Memintanya pada bos.
Cara wanita: Menunjukkan bahwa ia berminat.
Hasil: Ternyata sang pria yang dipindahkan ke kota lain.
Problem: Si wanita hanya takut ditolak.
Saran: Kata-kata ‘tidak’ bukan tragedi, jadi tak usah cemas. Kalau diterima, bukankah hasilnya sesuai keinginan?

2. Situasi: Bos hanya punya waktu 10 menit untuk mendengarkan dua presentasi.
Cara pria: Memberi laporan dengan lantang dan jelas dalam waktu 5 menit.
Cara wanita: Dengan suara pelan, laporan itu menghabiskan waktu 15 menit.
Hasil: Si pria memperoleh nilai lebih baik.
Problem: Kemampuan berbicara si wanita lemah.
Saran: Mulai berlatih dari sekarang.

3. Situasi: Bos tertinggi sedang melakukan inspeksi bulanan melewati koridor-koridor di kantor.
Cara pria: Keluar dari ruang kerja, memperkenalkan diri, dan menyinggung proyek yang sedang dikerjakannya.
Cara wanita: Tetap diam di ruang kerja. Percaya diri tinggi, mengira si bos pasti tahu siapa dirinya karena selama ini ia bekerja dengan amat baik.
Hasil: Bos mengenal sang pria, bukan si wanita.
Problem: Si wanita tidak nyaman bila berada di tengah sorotan.
Saran: Pastikan bahwa semua orang tahu apa yang sedang dikerjakan. Bila diam saja, secerdas apa pun Anda, tidak ada yang tahu.

Wanita Seksi di Mata Pria

Tak semua pria mengidentikkan imej seksi seorang wanita dari kemolekan tubuhnya. Banyak hal di luar faktor fisik yang tak kalah penting untuk dijadikan penilaian.

Seperti halnya wanita, pria pun menyimpan impian berbeda tentang sosok seksi. Berikut beberapa kriteria pria tentang wanita seksi, seperti okezone kutip dari Sheknows.

Percaya diri

Wanita seksi harus punya rasa percaya diri yang proporsional. Pria senang dengan wanita yang tahu siapa diri mereka dan apa kesukaan mereka. Percaya diri termasuk bagaimana wanita punya rencana terhadap masa depannya.

Cerdas

Wanita seksi bagi pria adalah wanita yang bisa memancing topik pembicaraan menarik saat bersamanya. Apalagi jika Anda bisa membagi banyak hal baru dengannya.

Berselera humor bagus

Pria memang suka wanita cantik, tapi saat mendapatkan seorang wanita yang bisa membuatnya tertawa, ia tak sungkan memberi nilai seksi padanya. Bahkan meskipun tubuhnya tidak hot. Berada di dekat wanita berselera humor bagus terasa menyenangkan, sekaligus menunjukkan bahwa Anda cerdas dan percaya diri.

Punya senyum indah

Wanita dengan deretan gigi putih, bersih, dan rapi punya daya tarik tersendiri di mata pria. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa Anda mampu merawat tubuh dengan baik.

Berjiwa petualang

Mendapati wanita punya jiwa petualang, pria akan memandangnya sebagai wanita seksi. Wanita penuh spontanitas dan tak canggung melakukan hal-hal gila punyai nilai plus di mata pria.

Bisa menempatkan diri

Rasanya, tak ada seorangpun pria yang suka dengan wanita dominan. Egonya bakal meluap saat Anda memperlakukannya bak bocah ingusan, apalagi di hadapan keluarga dan teman-temannya. Wanita seksi adalah wanita yang bisa menempatkan diri dengan baik.
Wanita Seksi di Mata Pria

Tak semua pria mengidentikkan imej seksi seorang wanita dari kemolekan tubuhnya. Banyak hal di luar faktor fisik yang tak kalah penting untuk dijadikan penilaian.

Seperti halnya wanita, pria pun menyimpan impian berbeda tentang sosok seksi. Berikut beberapa kriteria pria tentang wanita seksi, seperti okezone kutip dari Sheknows.

Percaya diri

Wanita seksi harus punya rasa percaya diri yang proporsional. Pria senang dengan wanita yang tahu siapa diri mereka dan apa kesukaan mereka. Percaya diri termasuk bagaimana wanita punya rencana terhadap masa depannya.

Cerdas

Wanita seksi bagi pria adalah wanita yang bisa memancing topik pembicaraan menarik saat bersamanya. Apalagi jika Anda bisa membagi banyak hal baru dengannya.

Berselera humor bagus

Pria memang suka wanita cantik, tapi saat mendapatkan seorang wanita yang bisa membuatnya tertawa, ia tak sungkan memberi nilai seksi padanya. Bahkan meskipun tubuhnya tidak hot. Berada di dekat wanita berselera humor bagus terasa menyenangkan, sekaligus menunjukkan bahwa Anda cerdas dan percaya diri.

Punya senyum indah

Wanita dengan deretan gigi putih, bersih, dan rapi punya daya tarik tersendiri di mata pria. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa Anda mampu merawat tubuh dengan baik.

Berjiwa petualang

Mendapati wanita punya jiwa petualang, pria akan memandangnya sebagai wanita seksi. Wanita penuh spontanitas dan tak canggung melakukan hal-hal gila punyai nilai plus di mata pria.

Bisa menempatkan diri

Rasanya, tak ada seorangpun pria yang suka dengan wanita dominan. Egonya bakal meluap saat Anda memperlakukannya bak bocah ingusan, apalagi di hadapan keluarga dan teman-temannya. Wanita seksi adalah wanita yang bisa menempatkan diri dengan baik.

Kamis, 11 November 2010

sejarah KPKNL

Sejarah

Sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2006 tanggal 08 Juni 2006 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 Tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia maka Departemen Keuangan melakukan reorganisasi secara menyeluruh di tingkat eselon I. Salah satunya adalah perubahan Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara ditingkatkan menjadi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 95 Tahun 2006 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Keuangan junto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan.

Sejalan dengan reorganisasi Departemen Keuangan tersebut maka Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) Bandung II yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) ditingkatkan tugas pokok dan fungsinya menjadi Kantor Palayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Peningkatan tugas pokok dan fungsi tersebut ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 135/PMK.01/2006 tanggal 22 Desember 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan ditegaskan kembali dengan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor : 432/PMK.01/2007 tanggal 25 Juni 2007 tentang Uraian Jabatan Instansi Vertikal Dilingkungan DJKN.





Visi.Motto.Misi

  1. VISI, MISI, DAN MOTTO KPKNL Purwakarta mempunyai visi “Menjadi kantor pelayanan publik terbaik dalam melaksanakan pengelolaan kekayaan Negara Piutang dan lelang yang professional, bertanggungjawab dan dipercaya masyarakat”

Adapun misi KPKNL Purwakarta adalah :

  • Misi Fiskal : melaksanakan pelayanan administrasi kekayaan Negara, dan lelang untuk mengamankan keuangan dan asset Negara

  • Misi Kelembagaan : memberikan pelayanan kepada pengguna jasa KPKNL Purwakarta secara mudah, cepat, murah, aman dan nyaman.

  • Misi Sosial Budaya : menjadi motor penggerak dalam menyukseskan program reformasi birokrasi di wilayah Kabupaten Purwakarta, Subang dan Karawang.


Untuk dapat mencapai visi dan misi tersebut diatas, dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari KPKNL Purwakarta menerapkan motto (semboyan) kerja yang diimplementasikan dengan akronim “SENYUM RAMAH” melayani anda yang artinya:

S = Sigap, E = Efektif serta Efisien, NY = NYaman = U = Usaha Optimal,

M = Memuaskan R = Rasional A = Amanah, M = Moral Attitude , A = Akuntabel, H = Humoris

Arti dan semboyan (motto) tersebut di atas adalah Pimpinan dan segenap staff KPKNL Purwakarta selalu memberikan pelayanan yang terbaik dan optimal dalam melakukan tugas pokok dan fungsi KPKNL Purwakarta dan sigap dalam menghadapi setiap kendala dan permasalahan untuk mencapai hasil yang memuaskan bagi mitra kerja dan pengguna jasa (masyarakat) serta siap dalam mensukseskan reformasi birokrasi dilingkungan DJKN khususnya dan Departemen Keuangan.




2.2 Struktur Organisasi



















Gambar 2.1 Struktur Organisasi KPKNL


Rabu, 23 Desember 2009

tugas pak hari

FLOW CONTROL DAN ERROR CONTROL PADA DATA LINK CONTROL
oleh
ahmad ferly f
0704411005
Abstrak
Dikarenakan kemungkinan bias terjadi kesalahan pada transmisi, serta karena receiver
data perlu mengatur rate terhadap data yang diterimanya, teknik sinkronisasi dan interfacing
saja tidak cukup. Oleh karena itu perlu untuk membuat lapisan control pada setiap perankat
komunikasi yang menyediakan fungsi seperti flow control, pendektesian kesalahan, dan control
kesalahan. Lapisan control ini disebut data link control protocol.
Flow control memungkinkan receiver mengatur arus data dari pengirim sehingga buffer
pada receiver tidak sepenuhnya terpakai.
Pendeteksian kesalahan ditunjukkan melalui penghitungan kode pendeteksian kesalahan
yang merupakan fungsi bit-bit yang sedang ditransmisikan. Kode ini disertakan pada bit-bit
data yang ditransmisikan . Receiver menghitung kode berdasarkan atas bit-bit yang masuk dan
membandingkan dengan kode yang dating untuk mengecek adanya kesalahan.
Pada protocol data link control, error control diperoleh melalui pentransmisian ulang
(retransmisi) frame-frame yang rusak yang tidak dibalas atau bila ada yang mengajukan
permintaan transmisi ulang semacam itu.
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Lapisan data-link (data link layer)
adalah lapisan kedua dari bawah
dalam model OSI, yang dapat melakukan
konversi frame-frame jaringan yang berisi
data yang dikirimkan menjadi bit bit
mentah agar dapat diproses oleh lapisan
fisik. Lapisan ini merupakan lapisan yang
akan melakukan transmisi data antara
perangkat-perangkat jaringan yang saling
berdekatan di dalam sebuah wide area
network (WAN), atau antara node di dalam
sebuah segmen local area network (LAN)
yang sama. Lapisan ini bertanggungjawab
dalam membuat frame, flow control,
koreksi kesalahan dan pentransmisian ulang
terhadap frame yang dianggap gagal. MAC
address juga diimplementasikan di dalam
lapisan ini. Selain itu, beberapa perangkat
sepertiNetwork Interface Card (NIC),
switch layer 2 serta bridge jaringan juga
beroperasi di sini.
1.2 BATASAN MASALAH
Adapun batasan masalah yang diperoleh
adalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan flow
control ?
2. Apakah yang dimaksud dengan error
control ?
1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan artikel ini
antara lain :
1. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai
flow control.
2. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai
error control.
1.4 MANFAAT
Manfaat dari pembuatan artikel ini
adalah untuk menambah pengetahuan
mengenai flow control dan error control.
BAB 2. TEORI PENUNJANG
Pengiriman data melalui link
komunikasi data yang terlaksana dengan
penambahan kontrol layer dalam tiap
device komunikasi, dinyatakan sebagai data
link control atau data link protocol.
Data link adalah medium transmisi
antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur
data link control dipakai.
Keperluan-keperluan dan tujuan-tujuan
untuk komunikasi data secara efektif antara
dua koneksi stasiun transmisi-penerima
secara langsung, untuk melihat kebutuhan
bagi data link control:
• Frame synchronization : data dikirim
dalam blok-blok yang disebut frame.
Awal dan akhir tiap frame harus dapat
diidentifikasikan. Memakai variasi dari
konfigurasi line.
• Flow control : stasiun pengirim harus
tidak mengirim frame-frame pada
rate/kecepatan yang lebih cepat daripada
stasiun penerima yang dapat
menyerapnya.
• Error control : bit-bit error yang
dihasilkan oleh sistem transmisi harus
diperbaiki.
• Addressing (peng-alamat-an) : pada line
multipoint, identitas dari dua stasiun
yang berada dalam suatu transmisi harus
diketahui.
• Kontrol dan data pada link yang sama :
biasanya tidak diinginkan mempunyai
path komunikasi yang terpisah untuk
sinyal-sinyal kontrol. Karena itu, receiver
harus mampu membedakan kontrol
informasi dari data yang sedang
ditransmisi.
• Link management : permulaan,
pemeliharaan dan penghentian dari
pertukaran data memerlukan koordinasi
dan kerjasama diantara stasiun-stasiun.
Diperlukan prosedur untuk manajemen
pertukaran ini.
BAB 3. METODE PENELITIAN
Melakukan kajian pustaka mengenai topik
yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu
mengenai flow control dan error control.
BAB 4. PEMBAHASAN
4.1 FLOW CONTROL
Adalah suatu teknik untuk memastikan
/meyakinkan bahwa suatu stasiun transmisi
tidak menumpuk data pada suatu stasiun
penerima.
Tanpa flow control, buffer dari
receiver akan penuh sementara sedang
memproses data lama. Karena ketika data
diterima, harus dilaksanakan sejumlah
proses sebelum buffer dapat dikosongkan
dan siap menerima banyak data.
Pada gambar 1 tiap tanda panah
menyatakan suatu perjalanan frame
tunggal. Suatu data link antara dua stasiun
dan transmisinya bebas error. Tetapi
bagaimanapun, setiap frame yang
ditransmisi semaunya dan sejumlah delay
sebelum diterima. Gambar b suatu
transmisi dengan losses dan error.
Gambar 1 Model dari transmisi frame
Diasumsikan bahwa semua frame yang
dikirimkan berhasil diterima dengan sukses,
tidak ada frame yang hilang dan tidak ada
frame yang datang mengalami error.
Selanjutnya frame-frame tersebut tiba
bersamaan dengan dikirimkannya frame,
bagaimanapun juga masing-masing frame
yang dikirimkan sebelum diterima akan
mendapat delay pasa saluran yang besarnya
berubah-ubah.
4.1.1 Stop And Wait Flow Control
Protokol ini memiliki karakteristik
dimana sebuah pengirim mengirimkan
sebuah frame dan kemudian menunggu
acknowledgment sebelum memprosesnya
lebih lanjut. Mekanisme stop and wait
dapat dijelaskan dengan menggunakan
gambar di bawah, dimana DLC
mengizinkan sebuah message untuk
ditransmisikan (event 1), pengujian
terhadap terjadinya error dilakukan dengan
teknik seperti VCR (Vertical Redundancy
Check) atau LRC (Longitudinal
Redundancy Check) terjadi pada even 2 dan
pada saat yang tepat sebuah ACK atau
NAK dikirimkan kembali untuk ke stasiun
pengirim (event 3). Tidak ada messages
lain yang dapat ditransmisikan selama
stasiun penerima mengirimkan kembali
sebuah jawaban. Jadi istilah stop and wait
diperoleh dari proses pengiriman message
oleh stasiun pengirim, menghentikan
transmisi berikutnya, dan menunggu
jawaban.
Pendekatan stop and wait adalah sesuai
untuk susunan transmisi half duplex, karena
dia menyediakan untuk transmisi data
dalam dua arah, tetapi hanya dalam satu
arah setiap saat. Kekurangan yang terbesar
adalah disaat jalur tidak jalan sebagai
akibat dari stasiun yang dalam keadaan
menunggu, sehingga kebanyakan DLC stop
and wait sekarang menyediakan lebih dari
satu terminal yang on line. Terminalterminal
tetap beroperasi dalam susunan
yang sederhana. Stasiun pertama atau host
sebagai penaggung jawab untuk peletakkan
message diantara terminal-terminal
(biasanya melalui sebuah terminal
pengontrol yang berada di depannya) dan
akses pengontrolan untuk hubungan di
bawah dan menjadi masalah yang serius
ketika ACK atau NAK hilang dalam
jaringan atau dalam jalur. Jika ACK pada
event 3 hilang, setelah habis batas
waktunya stasiun master mengirim ulang
message yang sama untuk kedua kalinya.
Transmisi yang berkelebihan mungkin
terjadi dan menciptakan sebuah duplikasi
record pada tempat kedua dari file data
pengguna. Akibatnya, DLC harus
mengadakan suatu cara untuk
mengidentifikasi dan mengurutkan message
yang dikirimkan dengan berdasarkan pada
ACK atau NAK sehingga harus dimiliki
suatu metoda untuk mengecek duplikat
message.
Other Messages aw aiting transmission
Station
A
Station
B
Message 1
Event 1
n
3
4
2
n
3
4
2
Station
A
Station
B
Line is idle
Event 2
Message 1 checked
for Errors
n
3
4
2
Station
A
Station
B
ACK or NAK
Event 3
Gambar 2 Stop and wait data link control
Pada gambar di bawah ditunjukkan
bagaimana urutan pendeteksian duplikasi
message bekerja, pada event 1 stasiun
pengirim mengirikan sebuah message
dengan urutan 0 pada headernya. Stasiun
penerima menjawab dengan sebuah ACK
dan sebuah nomor urutan 0 (event 2).
Pengirim menerima ACK, memeriksa
nomor urutan 0 di headernya, mengubah
nomor urutan menjadi 1 dan mengirimkan
message berikutnya (event 3).
ACK; SEQ. NUMBER 1
6 B Retransmit ACK of 1
5
A Perf orms a Timeout;
Resends Data with a sequence of 1
DATA; SEQ. NUMBER 1
B Expects a Sequence Number of 0;
Discards This Message
4
ACK; SEQ. NUMBER 1
Message Lost or Damaged
3
A Receiv es ACK;
Sends Data with Sequences of 1
DATA; SEQ. NUMBER 1
2
B Checks f or Error;
Responds with ACK of 0
ACK; SEQ. NUMBER 0
STATION A STATION B
DATA; SEQ. NUMBER 0
Ev ent Ev ent
A Send Data with Sequence of 0 1
Gambar 3 Stop-and-wait alternating sequence
Stasiun penerima mendapatkan
message dengan ACK 1 di event 4. Akan
tetapi message ini diterima dalam keadaan
rusak atau hilang pada jalan. Stasiun
pengirim mengenali bahwa message di
event 3 tidak dikenali. Setelah batas waktu
terlampau (timeout) stasiun pengirim
mengirim ulang message ini (event 5).
Stasiun penerima mencari sebuah message
dengan nomor urutan 0. Dia membuang
message, sejak itu dia adalah sebuah
duplikat dari message yang dikirim pada
event 3. Untuk melengkapi pertang-gungjawaban,
stasiun penerima mengirim ulang
ACK 1 (event 6).
Efek delay propagasi dan kecepatan
transmisi
Kita akan menentukan efisiensi
maksimum dari sebuah jalur point-to-point
menggunakan skema stop and wait. Total
waktu yang diperlukan untuk mengirim
data adalah :
Td = TI + nTF
dimana TI = waktu untuk menginisiasi
urutan = tprop + tpoll + tproc
TF = waktu untuk mengirim satu
frame
TF = tprop + tframe + tproc + tprop +
tack + tproc
tprop = waktu propagasi
tframe = waktu pengiriman
tack = waktu balasan
Untuk menyederhanakan persamaan di
atas, kita dapat mengabaikan term.
Misalnya, untuk sepanjang urutan frame, TI
relatif kecil sehingga dapat diabaikan. Kita
asumsikan bahwa waktu proses antara
pengiriman dan penerimaan diabaikan dan
waktu balasan frame adalah sangat kecil,
sehingga kita dapat mengekspresikan TD
sebagai berikut:
TD = n(2tprop + t frame)
Dari keseluruhan waktu yang diperlukan
hanya n x t frame yang dihabiskan selama
pengiriman data sehingga utilization (U)
atau efisiensi jalur diperoleh :
4.1.2 Sliding-Window Flow Control
Masalah utama yang selama ini adalah
bahwa hanya satu frame yang dapat
dikirimkan pada saat yang sama. Dalam
keadaan antrian bit yang akan dikirimkan
lebih besar dari panjang frame (a>1) maka
diperlukan suatu efisiensi. Untuk
memperbesar efisiensi yang dapat
dilakukan dengan memperbolehkan
transmisi lebih dari satu frame pada saat
yang sama. Bila suatu station A dan B
dihubungkan dengan jalur full-duplex,
station B mengalokasikan buffers dengan
selebar n frame, yang berarti stasiun B
dapat menerima n frame, dan station A
diperbolehkan untuk mengirim frame
sebanyak n tanpa menunggu adanya
jawaban. Untuk menjaga jejak dimana
frame yang dikirimkan sedang dijawab
maka masing-masing jawaban diberi label
dengan nomor yang urut. Station B
menjawab frame dengan mengirimkan
jawaban yang dilengkapi nomor urut dari
frame berikutnya yang diinginkan. Jawaban
ini juga memiliki maksud untuk
memberitahukan bahwa station B siap
untuk menerima n frame berikutnya,
dimulai dengan nomer urut yang telah
tercantum. Skema ini juga dapat
dipergunakan untuk menjawab lebih dari
satu frame. Misalnya station B dapat
jawaban sampai samapai frame ke 4 tiba,
dengan kembali jawaban dengan nomer
urut 5, station B menjawab frame 2, 3, dan
4 pada satu saat. Station A memeliharan
daftar nomer urutan yang boleh dikirim,
sedangkan station B memelihara daftar
nomer urutan yang siap akan diterima.
Masing-masing daftar tersebut dapat
dianggap sebagai window dari frame,
sehingga prinsip kerjanya disebut dengan
pengontrol aliran sliding-window.
Diperlukan untuk dibuat komentar
tambahan untuk masing-masing, karena
nomer urut yang dipakai menempati daerah
didalam frame, komentar tambahan ini
dibatasai oleh terbatasnya tempat yang
tersedia. Misalnya untuk daerah dengan
panjang 3 bit, maka nomer urut
jangkauannya antara 0 s/d 7 saja, sehingga
frame diberi nomer dengan modulo 7, jadi
sesudah nomer urut 7 berikutnya adalah
nomer 0. Pada umumnya untuk daerah
dengan apnjang k-bit, maka jangkauan
nomer urut dari 0 samapai dengan 2k-1,
dan frame diberi nomer dengan modulo 2k.
Pada gambar dibawah menggambarkan
proses sliding-windows, dengan
diasumsikan nomer urut menggunakan 3-
bit sehingga frame diberi nomer urut 0 s/d
7, selanjutnya nomer yang sama dipakai
kembali sebagai bagian urutan frame.
Gambar segiempat yang diberi bayangan
(disebut window) menunjukkan transmitter
dapat mengirimkan 7 frame, dimulai
dengan frame nomer 7. Setiap waktu frame
dikirimkan maka window yang
digambarkan sebagai kotak dibayangi akan
menyusut, setiap waktu jawaban diterima,
window akan membesar. Ukuran panjang
window sebenarnya tidak diperlukan
sebanyak ukuran maksimumnya untuk diisi
sepanjang nomer urut. Sebagai contoh,
nomer urut menggunakan 3-bit, stasiun
dapat membentuk window dengan ukuran
4, menggunakan protokol pengatur aliran
sliding-window. Sebagai contoh
diasumsikan memiliki daerah nomer urut 3-
bit dan maksimum ukuran window adalah 7
frame. Dimulai dari station A dan B telah
menandai window dan station A
mengirimkan 7 frame yang dimulai dengan
frame 0 (F0), sesudah mengirimkan 3 frame
(F0, F1, dan F2) tanpa jawaban maka
station A telah menyusutkan window nya
menjadi 4 frame. Window menandati bahwa
station A dapat mengirimkan 4 frame,
dimulai dari frame nomer 3 selanjutnya
stasiun B mengirim receive-ready (RR)
yang berarti semua frame telah diterima
sampai frame nomer 2 dan selanjutnya siap
menerima frame nomer 3, tetapi pada
kenyataannya disiapkan menerima 7 frame,
dimulai frame nomer 3. Station A terus
mengirimkan frame nomer 3, 4, 5, dan 7,
kemudian station B menjawab RR7 sebagai
jawaban dari semua frame yang diterima
dan pengusulkan station A mengirim 7
frame, dimulai frame nomer 7.
Gambar 4 Skema Aliran Sliding-Window
Receiver harus dapat menampung 7
frame belebihi satu jawaban yang telah
dikirim, sebagian besar protokol juga
memperbolehkan suatu station untuk
memutuskan aliran frame dari sisi (arah)
lain dengan cara mengirimkan pesar
receive-not-ready (RNR), yang dijawab
frame terlebih dulu, tetapi melarang
transfer frame berikutnya. Bila dua stasiun
saling bertukar data (dua arah) maka
masing-masing perlu mengatur dua
window, jadi satu untuk transmit dan satu
untuk receive dan masingmasing sisi (arah)
saling mengirim jawaban. Untuk
memberikan dukungan agar efiisien seperti
yang diinginkan, dipersiapkan
piggybacking (celengan), masing-masing
frame data dilengkapi dengan daerah yang
menangkap urutan nomer dari frame,
ditambah daerah yang menangkap urutan
nomer yang dipakai sebagai jawaban.
Selanjutnya bila suatu station memiliki data
yang akan dikirim dan jawaban yang akan
dikirimkan, maka dikirimkan bersamasama
dalam satu frame, cara yang demikian
dapat meningkatkan kapasitas komunikasi.
Jika suatu station memiliki jawaban tetapi
tidak memiliki data yang akan dikirim,
maka station tersebut mengirimkan frame
jawaban yang terpisah. Jika suatu station
memiliki data yang akan dikirimkan tetapi
tidak memiliki jawaban baru yang akan
dikirim maka station tersebut mengulangi
dengan mengirimkan jawaban terakhir yang
dikirim, hal ini disebabkan frame data
dilengkapi daerah untuk nomer jawaban,
dengan suatu nilai (angka) yang harus
diletakkan kedalam daerah tersebut. Jika
suatu station menerima jawaban yang sama
(duplikat) maka tinggal mengabaikan
jawaban tersebut. Sliding-window
dikatakan lebih efisien karena jalur
komunikasi disiapkan seperti pipa saluran
yang setiap saat dapat diisi beberapa frame
yang sedang berjalan, tetapi pada stop-andwait
hanya satu frame saja yang boleh
mengalir dalam pipa saluran tersebut.
4.2 ERROR CONTROL
Berfungsi untuk mendeteksi dan
memperbaiki error-error yang terjadi dalam
transmisi frame-frame. Ada 2 tipe error
yang mungkin :
• Frame hilang : suatu frame gagal
mencapai sisi yang lain
• Frame rusak : suatu frame tiba tetapi
beberapa bit-bit-nya error.
Teknik-teknik umum untuk error control,
sebagai berikut :
• Deteksi error : Error detection, biasanya
menggunakan teknik CRC (Cyclic
Redundancy Check)
• Positive acknowledgment : tujuan
mengembalikan suatu positif
acknowledgment untuk penerimaan yang
sukses, frame bebas error.
• Transmisi ulang setelah waktu habis :
sumber mentransmisi ulang suatu frame
yang belum diakui setelah suatu waktu
yang tidak ditentukan.
• Negative acknowledgment dan transmisi
ulang : tujuan mengembalikan negative
acknowledgment dari frame-frame
dimana suatu error dideteksi.
Sumber mentransmisi ulang beberapa
frame.
Mekanisme ini dinyatakan sebagai
Automatic repeat Request (ARQ) yang
terdiri dari 3 versi :
• Stop and wait ARQ.
• Go-back-N ARQ.
• Selective-reject ARQ.
4.2.2 Stop and Wait ARQ
Berdasarkan pada teknik flow control
stop and wait dan digambarkan dalam
gambar dibawah. Stasiun sumber
mentransmisi suatu frame tunggal dan
kemudian harus menunggu suatu
acknowledgment (ACK) dalam periode
tertentu. Tidak ada data lain dapat dikirim
sampai balasan dari stasiun tujuan tiba pada
stasiun sumber. Bila tidak ada balasan
maka frame ditransmisi ulang. Bila error
dideteksi oleh tujuan, maka frame tersebut
dibuang dan mengirim suatu Negative
Acknowledgment (NAK), yang
menyebabkan sumber mentransmisi ulang
frame yang rusak tersebut.
Gambar 5 Stop-and-wait ARQ
Bila sinyal acknowledgment rusak
pada waktu transmisi, kemudian sumber
akan habis waktu dan mentransmisi ulang
frame tersebut. Untuk mencegah hal ini,
maka frame diberi label 0 atau 1 dan
positive acknowledgment dengan bentuk
ACK0 atau ACK1 : ACK0 mengakui
menerima frame 1 dan mengindikasi bahwa
receiver siap untuk frame 0. Sedangkan
ACK1 mengakui menerima frame 0 dan
mengindikasi bahwa receiver siap untuk
frame 1.
4.2.3 Go Back N ARQ
Termasuk continuous ARQ, suatu
stasiun boleh mengirim frame seri yang
ditentukan oleh ukuran window, memakai
teknik flow control sliding window.
Sementara tidak terjadi error, tujuan akan
meng-acknowledge (ACK) frame yang
masuk seperti biasanya.
Teknik Go-back-N ARQ yang terjadi
dalam beberapa kejadian :
• Frame yang rusak. Ada 3 kasus :
 A mentransmisi frame i. B mendeteksi
suatu error dan telah menerima frame
(i-1) secara sukses. B mengirim A
NAKi, mengindikasi bahwa frame i
ditolak. Ketika A menerima NAK ini,
maka harus mentransmisi ulang frame i
dan semua frame berikutnya yang
sudah ditransmisi.
 Frame i hilang dalam transmisi. A
kemudian mengirim frame (i+1). B
menerima frame (i+1) diluar
permintaan, dan mengirim suatu
NAKi.
 Frame i hilang dalam transmisi dan A
tidak segera mengirim frame -frame
tambahan. B tidak menerima apapun
dan mengembalikan baik ACK atau
NAK. A akan kehabisan waktu dan
mentransmisi ulang frame i.
• ACK rusak. Ada 2 kasus :
 B menerima frame i dan mengirim
ACK (i+1), yang hilang dalam
transmisi. Karena ACK dikomulatif
(contoh, ACK6 berarti semua frame
sampai 5 diakui), hal ini mungkin
karena A akan menerima sebuah ACK
yang berikutnya untuk sebuah frame
berikutnya yang akan melaksanakan
tugas dari ACK yang hilang sebelum
waktunya habis.
 Jika waktu A habis, A mentransmisi
ulang frame I dan semua frame -frame
berikutnya.
• NAK rusak. Jika sebuah NAK hilang, A
akan kehabisan waktu (time out) pada
serangkaian frame dan mentransmisi
ulang frame tersebut berikut frame frame
selanjutnya.
4
6
7
5
A
3
3 B
2
1
4 2
1
ACK 1
5
6
7
A
4
4 B
3
2
5 3
1
NAK 2
Frame 2 is in error,
NAK 2 is sent
5
6
7
A
3
4 B
3
2
4 2
1 Frame 3,4, and 5
are discarded
Gambar 6 Go-back-N ARQ
4.2.4 Selective Reject ARQ
Hanya mentransmisi ulang frameframe
bila menerima NAK atau waktu
habis. Ukuran window yang perlu lebih
sempit daripada go-back-N. Untuk goback-
N, ukuran window 2n-1 sedangkan
selective -reject 2n.
Skenario dari teknik ini untuk 3 bit
penomoran yang mengizinkan ukuran
window sebesar 7 :
1. Stasiun A mengirim frame 0 sampai 6 ke
stasiun B.
2. Stasiun B menerima dan mengakui
ketujuh frame-frame.
3. Karena noise, ketujuh acknowledgment
hilang.
4. Stasiun A kehabisan waktu dan
mentransmisi ulang frame 0.
5. Stasiun B sudah memajukan window
penerimanya untuk menerima frame
7,0,1,2,3,4 dan 5. Dengan demikian
dianggap bahwa frame 7 telah hilang dan
bahwa frame nol yang baru, diterima.
Problem dari skenario ini yaitu antara
window pengiriman dan penerimaan. Yang
diatasi dengan memakai ukuran window
max tidak lebih dari setengah range
penomoran.
4.2.5 Performa
Go-back-N dan selective -reject lebih
efisien daripada stop and wait. Pemakaian
maksimum (U) untuk masing-masing
teknik :
Stop and wait :
U =1 u/ N >
2a+1
U = N / (2a+1) u/ N <
2a+1
Selective reject :
U = 1-p
u/ N > 2a+1
U = N(1-p) / (2a+1)
u/ N < 2a+1
Go-back-N :
U = (1-p) / (1+2a)
u/ N > 2a+1
U = N(1-p) / (2a+1)(1-p+Np)
u/ N < 2a+1
dimana :
a = waktu penyebaran
N = ukuran window
p = probabilitas transmisi
REFERENSI
http://missa.staff.gunadarma.ac.id/
www.rijalfadilah.wordpress.com
www.wikipedia.com
http://www.csi.ucd.ie/Staff/jmurphy/net
works/csd8_4-datalink_2.pdf
http://ocw.mit.edu/NR/rdonlyres/Aerona
utics-and-Astronautics/16-
36Communication-Systems-
EngineeringSpring2003/7D64F769-4B55-
4184-B8B0-
3800DFB7DC31/0/lec15_16.pdf